FF SM School chapter 6

Author : Han HyeSun

Genre : Romance

Main cast :

  1. 1.     Han hyesun as hyesun/hansun
  2. 2.     Cho kyuhyun as kyu songsainim/chohyun
  3. 3.     Henry lau as henry/mochi
  4. 4.     Park cheonsa as cheonsa
  5. 5.     Shin sooyeon as sooyeon
  6. 6.     Kim jong woon as yesung songsainim
  7. 7.     Lee donghae as donghae songsainim

 

Cameo :

  1. 1.     All artist SM TOWN
  2. 2.     Kang hyunmi
  3. 3.     Kim hyunhee
  4. 4.     Han hain
  5. 5.     Han jaerim

DONT COPAS !! hargailah karya orng lain, kalau gk suka dont BASH OK !!🙂

Author POV

“hey lihat itukan salah satu rombongan murid baru yang masuk kesini karena  beasiswa, cih.. lihat gayanya” ucap segerombolan  yeoja yang sedang berdiri di samping kelas melihat cheonsa yang tengah berjalan di depan mereka

“ish .. bahkan dya tidak punya bakat sama sekali, mana mungkin orang seprti dya bisa masuk dan mendapatkan beasiswa”

“dia itu bisa bertahan di kelas dance hanya karena lee songsainim (donghae) selalu membelanya. Dia itu tidak punya BAKAT sama sekali, apa pantas ia masih bersekolah disini”

“maksud kalian apa ?? ucap cheonsa yang berhenti dan menghampiri gerombolan yeoja2 itu.

“bkankah omongan ku sudah jelaskan ??” ucap victoria

“aku memang disini karena aku mendapatkan beasiswa, apa itu salah ??”

“ya itu salah, karena kau itu tidak BERBAKAT, apa yang bisa kau banggakan hah ?? sekolah gratis, dan kau itu Cuma orang yang bisanya  hanya mengandalkan lee songsainim !! kalau lee songsainim tidak membelamu kau pasti akan segera di depak dari sekolah ini !! arraseo ??”

                                                                                *****

Cheonsa POV

Ucapan mereka masih terus terngiang di kepalaku. Apa benar kata mereka ?? bahwa aku tidak berbakat ?? aku hanya bisa berlindung pada donghae songsainim ?? apa kau ini tidak pantas bersekolah di sekolah ini ??. apakah aku seburuk itu ?? ucapku dalam hati smbil terus meneteskan air mataku. Aku terus berjalan menyusuri SM School sampai akhirnya aku sampai di depan ruang aula, yaitu ruangan yang memilki panggung yang cukup luas.

Aku memasuki ruangan tersebut, aku bertanya-tanya pada diriku sendiri, entah kapan aku bisa berdiri di panggung ini dengan kemampuanku yang sekarang. Aku terus berjalan dan mulai menapaki satu-per satu tangga panggung, sampai akhirnya aku berdiri terdiam di tengah panggung. Aku terus memperhatikan kursi-kursi penonton yang berada di depanku, ketika aku tampil di depan banyak orang disini, akankah aku di beri tepuk tangan dan sorak-sorak para penonton yang menyukai penampilanku, atau aku hanya akan mendapatkan cibiran dari mereka ??

Akupun  meraih handphone  di dalam tasku. Dan menyetel sebuah lagu. Aku mulai menggerakkan badan ku sedikit, aku masih belum yakin dengan kemampuan dance ku. Namun, aku merasakan di bangku penonton itu terisi banyak penonton yang menatapku dengan sinis, aku terus menari di depan mereka, aku mulai berusaha untuk melakukan dance terbaikku. Namun mereka tetap menatapku sinis dan berbisik pada teman di sampingnya, ku dengar ia berkata sama seperti genk gee.

“dia tidak berbakat, kemapuan dancenya buruk” itulah yang kata-kata keluar dari mulut mereka

Aku tetap menari, air matakupun terus  membanjiri pipiku, sambil terus meyakini, aku bisa !! aku berbakat !! aku pantas untuk bersekolah disini !!

                                                                                                *****

Donghae POV

Setelah aku bertemu dengannya, entah mengapa bayangannya selalu terbayang di otakku, aku tidak pernah bisa menahan senyum ku saat aku melihatnya. Melihat senyum manis dan polosnya, melihat tingkah kekanak-kanakannya, mengingat betapa buruk dancenya dengan semangat yang luar biasa. Aku selalu menyemangatinya, karena aku yakin dia pasti bisa. Ahh.. apa yang kau pikirkan lee donghae ?? kau ini songsainimnya, kau tidak boleh seperti ini terus,. Apa aku menyukainya ?? ahhh itu lebih gila lagi. Pikirku dalam hati sambil berjalan menuju ke ruang guru.

Namun aku melihat ruang aula dengan keadaan  pintu terbuka. Aku berusaha mengintip untuk meliahat ruangan yang hanya di gunakan pada waktu-waktu tertentu tersebut. Terlihat disana ada seorang yeoja yang sedang menari, namun air matanya terus mengalir dan sepertinya aku mengenalinya, saat aku perhatikan lagi, ternyata benar, ia adalah cheonsa. Ada apa dengannya ?? kenapa ia terus menyiksa tubuhnya seperti itu ?? kalau ia ingin menangis, kenapa ia tidak berhenti tapi malah terus menari ??

Aku yang sudah tidak tahan melihat cheonsa pun masuk ke aula dan berlari menghampirinya. Aku memeluknya dari belakang, ia memberontak dan tangisannya pun semakin menjadi-jadi.

“apa yang kau lakukan ?? jangan lakukan lagi !! aku tidak tahan melihatmu yang seperti ini”  ucapku sambil memutarkan badannya .

Aku  menghapuskan air matanya dengan lembut dan memegang kedua bahunya.

“jangan mengangis lagi, kau jadi terlihat jelek”

Tanpa ku sadari akupun mencium kening muridku ini. Ia hanya menatapku dengan menatap wajahku dengan matanya yang sembab. Ia terliaht putus asa, aku pun memeluk tbuhnya dengan erat sembari mengusap-usap rambutnya.

                                                                                *****

Sooyeon POV

“hansun !! tunggu !!” ucapku smbil berlari mengejar hansun yang berjalan sangat cepat, ia pun menghentikan langkahnya dan menengok ke arahku.

“wae ??” tanyanya singkat

“kau mau kemana ??”

“kau seperti tidak tahu saja, setiap jam istirahat kan aku selalu di suruh untuk belajar di perpustakaan oleh kyu songsainim !! memang kenapa ??”

“ahh.. ani .. aku juga mau ke perpus”

“yasudah ,, kajja !!”

Akupun mulai menuju perpustakaan bersama hansun. Sesampainya di perpustakaan, hansun langsung menghampiri kyu songsainim yang terlihat menunggu cukup lama.

“kau dari mana saja ?? aku sudah lama menunggumu !!” ucap kyu songsainim sedikit berbisik

“ne, mian songsainim” jawab hansun singkat

Aku pun meninggalkan mereka berdua dan menghampiri rak-rak buku di dalam perpustakaan, aku mulai mencari buku tentang seni, karena aku ingin tahu banyak tentang music agar aku tidak ketinggalan dari murid-murid kelas music lainnya. Namun saat aku sedang sibuk mencari buku, aku melihat sepasang kaki dari pojok perpustakaan, aku yang penasaran pun segera menghampirinya. Aku melihat yesung songsainim yang tengah tertidur disana.

Aku menghampirinya dan duduk tepat di depannya. Aku terus memandanginya. Dia terlihat sangat manis, tanpa aku sadari aku mengelus-elus kepala yesung songsainim. Tiba-tiba yesung songsainim memegang tanganku dan menariknya erat.  Sampai akhirnya wajah kami saling berdekatan.

“kau sedang apa ??” tanyanya

“a..a..ani” ucapku yang grogi, apalagi wajahku kini sedang berhadapan dengan wajah yesung songsainim

Ia pun melepaskan tanganku.

“ah.. aku kira kau mau mencuri dari ku” ucap yesung songsainim mencairkan suasana

“ah.. padahal aku sudah sangat deg-degan, tapi ia malah mengira aku ingin mencuri” ucpku dalam hati sambil terus menatapnya

“hehe.. aku hanya bercanda” ucapnya sambil tersenyum manis dan membuatku terdiam mematung.

Ia menarik tangan ku dan menciumnya, yang membuat ku kaget

“tangan mu halus” ucapnya , ia pun melepaskan tanganku dan segera pergi meniggalkanku.

Sedangkan aku hanya tetap terdiam tak percaya dengan apa yang baru yesung songsainim lakukan tadi.

                                                                                                *****

Author POV

“kenapa sih songsainim menyuruhku selalu ke perpustakaan setiap jam istirahat ?? bukankah setiap pulang sekolah songsainim juga mengajarku les kan” Tanya hansun pada gurunya yang duduk di sampingnya yang tengah menerangkan materi padanya.

Sedangkan kyu songsainim hanya bisa terdiam mendengar pertanyaan hansun.

“apa kau merasa terbebani karena ku ??”

“tentu , kau selalu memberiku soal-soal matematika yang rumit dan itu setiap hari , dalam seharipun bisa lebih dari 2x pertemuan”

“jinjayo ?? mianhae” jawab kyu songsainim pelan

“aish .. jangan bersedih seperti itu, bukankah itu supaya aku jadi pintar ?? iya kan ??” ucap hansun menghibur kyu songsainim.

Tiba-tiba sooyeon keluar dari perpustakaan sambil tersenyum malu tanpa menghiraukan hansun.

“ada apa dengannya ?? kenapa ia tersenyum-senyum sendiri ??” Tanya hansun melihat kelakuan sahabatnya itu.

“lebih baik kau kembali ke kelas sekarng, jam istirahat sudah mau habis” titah kyu songsainim

“ne ,, kyu songsainim tidak apa-apa kan ?? sudah  jangan  pedulikan ucapan ku tadi. Aku tahu kok kalau songsainim melakukannya karena menyayangiku. Hehe”

“bukan nya kau yang mencintaiku” Tanya kyu songsainim

“baikalah ,, ia aku yang mencintai evilkyu songsainim , hehehe” ucap hansun smbil berlari keluar dari perpustakaan melihat ekspresi kyu songsainim yang marah karena marah di bilang evil. #bukannya emang ya ?? wkwk

                                                                                                *****

Cheonsa POV

Hari ini aku kembali mengikuti kelas dance setelah beberapa kali tidak  masuk. Itupun karena bujukan dari donghae songsainim. Saat aku berada di depan pintu kelas dance, aku melihat hyoyeon songsainim yang tengah melatih 2 orang muridnya. Kedua murid itu amat pandai dance, buktinya mereka bisa mempelajari  semua gerakan-gerakan yang hyoyeon songsainim dengan cepat bahkan gerakan yang sulit sekalipun.

“sampai disini dulu latihannya, taemin, victoria” ucap hyoyeon songsainim mengakhiri latihan mereka saat itu.

Merekapun menyudahi latihan mereka .

“oh ya bagaimana dengan eonnie mu victoria ?? ku dengar  ia pergi ke amerika untuk mengikuti kontes  dance internasional” ucap hyoyeon songsainim pada seorang yeoja.

Yeoja itu adalah salah satu dari kumpulan genk gee yang kemarin mengejekku. Ternyata ia sangat berbakat, jauh berbeda dariku, bahkan eonni-nya juga berbakat dan teman dari hyoyeon songsainim.

Hyoyeon songsainim dan victoria terlihat sangat akrab. Mereka berbincang-bincang sambil tertawa bersama. Sedangkan namja yang tadi juga berlatih hanya melewatiku begitu saja dengan tubuh yang penuh dengan keringat. Aku melihat ada buku yang terjatuh dari tas selempangnya yang berwarna coklat itu. Aku pun langsung memungutnya dan mengejar namja itu. Aku terus mengejarnya, pada sampai akhirnya aku melihatnya di parkiran sedang memakai helm dan dan menaiki sepeda motornya, sepertinya ia akan segera pergi. Aku mempercepat langkahku dan berteriak padanya.

“hey tunggu !!”

Ia pun melirikku dan tidak jadi menaiki sepeda motornya. Aku lalu menghampirinya.

“ini, tadi  aku  melihat bukumu terjatuh di ruangan dance tadi” ucapku terengah-engah sambil menyodorkan buku yang dari tadi ku pegang.

“oh .. gomawo” ucapnya sambil tersenyum manis padaku.

Dari kejauhan terdengar ada yang berteriak memanggil namja yang berada di sampingku.

“chagi !! chagi !!” ucap seorang yeoja yang berlari dan melambaikan tangannya kearah kami.

Sepertinya dia juga anggota genk gee yang kemarin mengejekku. Ekspresi namja yang berada di sebelahku pun langsung berubah saat melihat yeoja itu.

“chagi, kau mau kemana ?? ini siapa??” ucap yeoja  tersebut sambil menunjukku. Namun tiba-tiba namja yang berada di sampingku malah membuatku shock dengan cara merangkulku.

“kau belum tahu ?? ini yeoja chinguku” ucapnya yang membuatku dan yeoja itu semakin kaget.

“mwo ?? tidak mungkin !! kau milikku”

Akupun segara melapaskan rangkulan namja tersebut.

“sudahlah chagi, gak usah malu-malu” ucap namja tersebut padaku yang membuatku semakin bingung. Dan tiba-tiba yeoja itu menyiram kepalaku dengan minuman yang dari tadi di bawanya.

“kau tidak waras ya ??” bentakku sambil membersihkan baju ku yang basah

“kau yang tidak waras !! taemin itu hanya milikku !! dasar murid tidak berbakat !!” bentak yeoja itu tidak mau kalah.

Jadi nama namja ini taemin, tadi sepertinya tadi hyoyeon songsainim juga memanggilnya dengan nma taemin.

“sudah jangan diladeni chagi,” ia pun langsung menarik tanganku dan segera menyuruhku untuk menaiki sepeda motornya. Aku pun menuruti perintahnya dan memakai helm yang ia sodorkan padaku.

Setelah aku menaiki sepeda motornya, ia langsung menjalankan motornya dan pergi meninggalkan yeoja tersebut. Sementara yeoja itu terus berteriak  memanggil nama taemin.