FF SM School chapter 2

Author : Han HyeSun

Genre : Romance

Main cast :

  1. 1.     Han hyesun as hyesun/hansun
  2. 2.     Cho kyuhyun as kyu songsainim/chohyun
  3. 3.     Henry lau as henry/mochi
  4. 4.     Park cheonsa as cheonsa
  5. 5.     Shin sooyeon as sooyeon
  6. 6.     Kim jong woon as yesung songsainim
  7. 7.     Lee donghae as donghae songsainim

 

Cameo :

  1. 1.     All artist SM TOWN
  2. 2.     Kang hyunmi
  3. 3.     Kim hyunhee
  4. 4.     Han hain
  5. 5.     Han jaerim

 

@home

Han Sun POV

“Bagaimana ini nilaiku harus 90 ?? bagaimana caranya ?? itu mustahil.” Ucapku sambil mondar-mandir mengingat ucapan kyu songsainim di sekolah tadi.

Tiba- tiba bel rumahku berbunyi “ring ding dong ring ding dong”

“hua siapasih ?? gak tahu orang lagi pusing apa ??” ucapku sambil menghampiri pintu.

Saat aku membuka pintu terlihat ada seorang namja yang sedang berdiri di depan pintu. Saat ia membalikan badannya, ternyata itu *jeng jeng* kyu saongsainim !! tiba-tiba ia langsung menyelinap masuk ke rumahku yang membuatku diam mematung di depan pintu.   

“songsainim mau apa kesini ?? tahu rumahku darimana ??”  ucapku  stelah sadar dari lamunan ku sejenak

“sst.. aku akan mengajar les disini” ucapnya memotong pmbicaraan

“les ?? buat siapa ??”

“buat seorang yeoja pabo yang harus dapat nilai 90 pada ulangan matematika besok. Aku disuruh oleh ibumya”  Ucapnya smbil menunjukkan jari telunjuknya diantara kedua bola mataku.

 Aku pun menyingkirkan tngannya dan hanya bisa menuruti perkataannya. Diapun mulai mengajarkan materi, namun tetap saja aku tidak mengerti dengan apa yang ia ajarkan padaku .

                                                                                ****

Hari ini adalah hari yang mnyebalkan untukku. Karena aku harus mendapatkan nilai 90 pada ulangan matematika, kalau tidak aku tidak boleh masuk dalam mata pelajarannya lagi. Aish ..

Padahal kalau dipikir-pikir, kyu songsainim itu cukup tampan dan manis , tapi dengan sifatnya itu . aish.. sangat menyebalkan. Gerutuku di dalam kelas smbil menunggu guru menyebalkan  itu datang.

“jangan lemas gitu dong, ayo semangat ! fighting !! aku yakin kamu bisa dapat nilai yang  bagus pada ulangan hari ini” ucp hain, smbil tersnyum padaku dan mengepalkan tangannya

Hain adalah teman sebngku ku. Ia yeoja yang cukup manis, baik dan pintar. Walaupun terkadang  bisa sangat menyebalkan seprti kyu songsainim.

Tak beberapa lama, kyu songsainim pun masuk ke kelas. Ia datang smbil mengeluarkan senyum bahagia , mungkin karena sebentar lagi ia akan menyiksa ku dengan kumpulan soal-soal matematika yang memusingkan.

Ia langsung mmbagikan kertas ulangan yang dari tadi di pegangnya. Saat ia membagikan kertas ulangan tersebut padaku ia pun berbisik padaku “pokoknya kau harus dapat nilai 90, arraseo??” ucpnya smbil mengeluarkan rotten smilenya.

Saat melihat soalnya pun rasanya sudah membuat ku pusing , aku sma sekali tidak mengerti. Aku mengerjakan soal-soal itu dengan seluruh kemampuanku yang memang pas-pasan, entah bagaimana nilainya nanti yang penting adalah mengerjakan soal-soalnya sampai selesai.

Setelah dikoreksi, namakupun kembali dipanggil oleh kyu songsaimin.

“apa-apaan kamu ini han hyesun !! kenapa nilaimu belum 90 ??”ucapnya sambil menunjukkan kertas ulanganku.

“aish.. tapi setidaknya ini sudah lebih baik daripada yang kemarinkan ??” jawabku ketus

“pokoknya kamu besok tidak boleh masuk ke kelas kecuali kau membelikan ku PSP !!”

Semua murid pun tertawa melihat aku dan kyu songsainim bertengkar, apalagi saat mendengar prmintaan kyu songsainim yang mengada-ngada.

“psp?? Baru kali ini aku menemukan guru yang menghukum muridnya dengan cara harus membelikan PSP (-.–“) “ ucapku dalam hati

“memangnya kenapa kalau PSP ??” ucpnya seolah bisa mmbaca pikiranku

“hua .. kenapa dia bisa tahu apa yang aku pikirkan ?? apa dia bisa mmbaca pikiranku” ucpku dlm hati smbil mengkerutkan dahiku

“tentu” jawabnya.

                                                                                *****

Author POV
“hey kenapa kau murung ??” tegur  hyunmi melihat hyesun yang sedang termenung di kursinya

“huft … aku kesal dengan kyu songsainim” desah hyesun

“udahlah gak usah di pikirin , ayo kita ke lab computer , masa cma gara-gra mslah pribadi kau jadi ketinggalan pelajaran” bujuk hyunmi pada hyesun yang dari tadi bersikeras tdk mau mengikuti pelajaran computer karena perdebatannya dengan kyu songsainim.

Setelah di paksa oleh hyunmi , akhirnya hyesunpun mau ikut ke lab computer. Tempat duduk hyesun dan teman-teman nya berjauhan karena di urutkan berdasarkan oleh daftar absensi. Kyu songsainim menjelaskan tentang materi pelajarannya dan memberikan tugas individual pada murid-muridnya.

Namun hyesun malah asyik bermain game computer.

“kenapa sih aku selalu bertemu dngannya ?? kyu songsainim sudah jadi guru matematika, guru computer, bahkan guru les ku juga” keluh hyesun

Tanpa ia sadari ternyata kyu songsainim sedang mmperhatikannya yang sibuk bermain game.

“hey hansun, kau sedang main apa ? sepertinya seru sekali ??”
“uh,, berisik” ucap hyesun sambil menengok kearah  sumber suara. Tanpa ia ketahui kyu songsaimin  mmperhatikannya sangat dekat dari wajah hyesun. Tanpa sengaja hyesun pun mencium pipi songsainimnya itu saat ia menengok.

Hyesun terkejut dan hanya terpaku melihat wajah kyu songsainim “dia amat manis” pikir hyesun.

“hey hansun, apa kau menyukaiku ??” Tanya kyu songsainim pada hansun yang masih termangu.

Yang membuat hansun terbangun dari lamunannya dan menjauhi wajah kyu songsainim sembari salah tingkah.

“untung saja semua murid sedang sibuk mengerjakan tugas, dan setiap computer di beri sekat pembatas” ucap hyesun dlm hati

Tak beberapa lama ada seorang namja yang masuk ke dalam lab computer memanggil kyu songsainim.

Kyu songsainim pun menjauhi dan hansun yang dari tadi sudah salah tingkah dan pergi menuju kea rah namja itu. Mereka terlihat sangat akrab. Mereka berbincang-bincang dan tertawa terbahak-bahak bersama.

Saat bel berbunyi hansun langsung menarik tangan sooyeon dan cheonsa untuk keluar dari lab. Cheonsa san sooyeon pun memakai sepatu mereka dengan segera dan mengikuti hansun.

“kenapa sih dari tadi kayaknya aneh bangt ??” Tanya sooyeon pada cheonsa  yang dari tadi terlihat tidak nyaman memakai sepatunya.

“anio, tapi kok aku merasa sepatuku ke-gedean yah??”
“mungkin Cuma perasaanmu aja” ucap hansun di barengi dengan anggukan sooyeon meyakinkan cheonsa.